Showing posts with label Akuntansi Dagang. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Dagang. Show all posts

Friday, July 3, 2015

Mengenal karakteristik Perusahaan Dagang dengan benar

Perusahaan dagang dapat diartikean sebagai sebuah perusahaan yang memiliki kegiatan usaha  melakukan kegiatan transaksi pembelian barang dagang yang kemudian dijual lagi dengan tidak mengubah bentuk barang yang dibelinya itu. Beberapa contoh perusahaan dagang yang sering dijumpai dalam dunia nyata antara lain distributor, pengecer, agen tunggal, toko swalayan, plasa, berbagai pusat perbelanjaan, toko serba ada atau pusat berbgaai barang grosir.

4 ciri yang dimiliki perusahaan dagang

  1. Penjualan barang dagang menjadi sumber Pendapatan pokoknya.
  2. Kegiatan Utamanya adalah membeli barang dan menjual barang dagang tanpa mengubah bentuk barang tersebut.
  3. Perhitungan Laba kotor dilakukan dengan rumus Penjualan bersih dikurangi HPP atau Harga pokok Penjualan.
  4. HPP dihitung dengan rumus Nilai persedian awal ditambah Pembelian Bersih  dikurangi Persediaan barang Akhir

5 Kegiatan utama yang menjadi karakteristik Perusahaan dagang

  1. Membeli barang dagang dari suplier atau pemasok.
  2. Membayar Hutang Dagang kepada para pihak yang terkait.
  3. Menjual barang dagang kepada konsumen yang membutuhkannya.
  4. Menyimpan barang dagang di dalam gudang selama barang belum terjual kepada konsumen.
  5. Menerima pelunasan piutang dagang dari pihak-pihak terkait

Perusahaan dagang sebagaimana yang telah dipaparlkan diatas dapat diketahui bahwa perusahaan dagang dengan perusahaan industri itu berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam siklus perusahaan dagang yang berbeda dengan siklus perusahaan industri ataupun perusahaan jasa. Secara umum rekening atau akun yang khas dalam akuntansi perusahaan dagang antara lain; Rekening pembelian, Rekening penjualan, Rekening potongan pembelian , Rekening potongan penjualan, Rekening retur pembelian, Rekening retur penjualan, Rekening biaya angkut pembelian, Rekening biaya pengiriman, Rekening persediaan barang dagang, Rekening utang usaha, Rekening piutang usaha, Harga pokok penjualan.

Belajar Akuntansi Perusahaan dagang dengan banar dan sederhana

Dalam dunia bisnis banyak sekali usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Usaha yang dilakukan manusia diantaranya adalah dengan melakukan perdagangan. Untuk dapat melakukan perdagangan dengan baik maka salah satu faktornya adalah pembuatan pembukuan yang sistematis dan akurat, oleh karena itu dirasa perlu untuk mempelajari dan memahami akuntansi dagang.

Apakah akuntansi dagang itu? akuntansi dagang atau lebih tepatnya akuntansi perusahaan dagang, merupakan proses akuntansi yang diterapkan dalam usaha perdagangan. Yang dimaksud perdagangan disini adalah usaha untuk memperoleh untung dengan jalan membeli barang dan menjualnya kembali kepada konsumen tanpa melalui suatu pengolahan apapun. Jadi pada dasarnya perusahaan dagang hanya fokus pada pembelian barang dan penjualan barang

Untuk dapat memanage perusahaan dalam mencapai tujuannya yaitu memperoleh laba yang optimal, maka diperlukan catatan atas segala transaksi perusahaan dagang yang terjadi hingga dihasilkan laporan keuangan perusahaan dagang. Melalui laporan keuangan tersebut maka pemegang kepentingan dalam perusahaan dapat mengetahui kinerja perusahaan, dapat menganalisis kebijakan yang tepat untuk diterapkan dan sebagainya.

Mengingat begitu pentingnya pemahaman Akuntansi khususnya akuntansi dagang, maka disarankan bagi para pelajar dan mahasiswa dapat belajar akuntansi dagang dengan benar, bagi para pelaku usaha disarankan untuk selalu berusaha menerapkan akuntansi yang tepat dan sesuai dengan usahanya

Bagi anda yang ingin memahami akuntansi dagang mulai dari awal hingga pada proses pembuatan laporan keuangan dan persiapan tutup buku, maka anda dapat mengunjungi situs akuntansidagang.blogspot.com. Melalui situs tersebut anda akan menemukan berbagai materi-materi yang membahas tentang akuntansi perusahaan dagang, mulai dari pemahaman jenis-jenis transaksi, mengenal bukti transaksi, cara pencatatan dalam jurnal khusus, pempostingan buku besar, pembuatan kertas kerja dan jurnal penyesuaian, pembuatan laporan perusahaan dagang hingga pada pembuatan neraca salo penutup, jurnal penutup dan pembuatan jurnal pembalik.